Menembus 1 Juta Penonton: Peran E-Marketing dalam Fenomena Film ‘JUMBO’ 2025

Mungkin sudah tidak asing di telinga warga Indonesia dengan nama film ‘Jumbo’. Ya, film yang sempat heboh di industri film tanah air di tahun 2025 ini. Film yang disutradarai Ryan Adriandhy merupakan produk evergreen IP yang dirancang oleh Visinema telah sukses menembus 1 Juta penonton dalam waktu singkat dan mencetak rekor sebagai film animasi lokal terlaris sepanjang masa (Disway, 2025). Selain karena faktor kualitas film, tentu strategi pemaksimalan pemasaran menggunakan internet (E-Marketing) juga berperan penting dalam kesuksesannya. Namun sebelum kita membahas bagaimana strategi E-Marketing film Jumbo, mari kita bahas dulu apa itu E-Marketing.
🤔 Apa sih E-Marketing itu?
E-Marketing, atau yang punya nama lengkap Electronic Marketing, merupakan pendekatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif dan efisien. Kotler dan Keller (2012) dalam bukunya “Marketing Management” menjelaskan bahwa marketer dapat menggunakan Internet sebagai saluran informasi dan penjualan yang ampuh. Internet memperluas jangkauan geografis pemasar untuk memberi tahu pelanggan dan mempromosikan produk di seluruh dunia.
Ada beberapa contoh E-Marketing, seperti:
SEO (Search Engine Optimization)
Proses mengoptimalkan situs web agar mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari seperti Google, Bing, atau YahooSMM (Social Media Marketing)
pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau YouTube untuk membangun merek, meningkatkan kesadaran, dan berinteraksi dengan audiens.Email Marketing
pengiriman pesan email yang dipersonalisasi dan relevan kepada pelanggan potensial atau saat ini untuk meningkatkan loyalitas, konversi, dan penjualan.Content Marketing
pembuatan dan distribusi konten yang bermanfaat, informatif, atau menghibur kepada audiens sasaran untuk menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan mendorong tindakan.Influencer Marketing
kolaborasi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar di media sosial atau industri tertentu untuk mempromosikan produk atau layanan kepada pengikut mereka.Video Marketing
penggunaan video untuk menyampaikan pesan merek, produk, atau layanan kepada audiens sasaran.
(Sumber: BMG Indonesia, 2024)
Lalu, bagaimana tim film ‘Jumbo’ memaksimalkan strategi E-Marketing?
🎬 Studi Kasus: E-Marketing Film Animasi Indonesia ‘Jumbo’ (2025)
Keberhasilan film ‘Jumbo’ tidak lepas dari strategi E-Marketing yang inovatif dan kolaboratif.
Pemaksimalan Content Marketing
Visinema merilis trailer dan poster resmi ‘JUMBO’ melalui platform media sosial resminya, @visinemastudios. Hal tersebut menciptakan antusiasme sebelum penayangan . Langkah ini memperkenalkan karakter dan cerita kepada audiens secara luas (Suara.com, 2025).
Bukan hanya dengan merilis trailer, akun media sosial resmi juga digunakan untuk membagikan konten interaktif, termasuk cuplikan film, aktivitas di balik layar, dan kampanye yang mendorong partisipasi penggemar.
Kolaborasi dalam Influencer Marketing
Dalam melakukan campaign, Visinema berkolaborasi dengan Gushcloud, agency di bidang Influencer Marketing. Ada enam influencer yang digandeng Gushcloud untuk menciptakan sensasi di awal pada Gala Premiere – Family Day Out, yang diselenggarakan pada 16 Maret 2025. Enam influencer tersebut meliputi: Amel Carla, Tiara Dalimunthe, Ricko Ramli, Aldi Bemby, Fadyah Syifa, dan Yogi Saputra, semuanya dipandu oleh Gushcloud dan divisi talent-nya, Fast Fluence (Marketing Interactive, 2025).
Untuk memperluas kampanye, Gushcloud menyelenggarakan pemutaran khusus bersama Abe Cekut, seorang influencer anak yang digemari. Bersama dengan teman-teman sekelas, guru, dan keluarga di XXI Malang, momen itu diabadikan dalam sebuah video (Marketing Interactive, 2025).
Bukan hanya dengan mengajak influencer ikut menonton film agar menarik perhatian, namun juga strategi influencer marketing ini dilakukan dengan cara lain yang menarik, yaitu dengan mengajak influencer terkenal untuk menjadi pengisi suara. Beberapa influencer yang terlibat untuk mengisi suara seperti Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, dan Cinta Laura Kiehl. Hal tersebut tidak hanya menambah daya tarik film, tetapi juga memperluas jangkauan promosi melalui basis penggemar mereka di media sosial (Prudensi.com, 2025).
Alhasil…
Film JUMBO mencatatkan lebih dari 1 juta penonton, menjadikannya film animasi lokal terlaris sepanjang masa di Indonesia.
✍️ Kesimpulan
Keberhasilan film JUMBO sebagai film animasi lokal terlaris sepanjang masa di Indonesia, dengan lebih dari 1 juta penonton, tidak hanya ditentukan oleh kualitas film itu sendiri, tetapi juga oleh penerapan strategi E-Marketing yang cerdas, terintegrasi dan kolaboratif.
Dengan memanfaatkan berbagai pendekatan digital seperti content marketing (melalui trailer dan konten interaktif di media sosial), influencer marketing (melalui kolaborasi dengan influencer serta penempatan mereka sebagai pengisi suara), dan kerja sama dengan agensi seperti Gushcloud, JUMBO berhasil menciptakan antusiasme tinggi dan menjangkau audiens yang luas, terutama generasi muda dan keluarga.
Penerapan strategi E-Marketing yang efektif ini membuktikan bahwa digital marketing bukan hanya alat promosi pelengkap, tetapi menjadi faktor kunci dalam kesuksesan komersial industri hiburan, khususnya film. JUMBO menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan internet dan media sosial dapat memperkuat merek, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya tarik konsumen secara signifikan.
📚 Referensi:
Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Marketing management (14th [ed.]). Prentice Hall.
https://bmgindonesia.com/id/blog/digital-marketing/jenis-digital-marketing
https://prudensi.com/visinema-studios-siapkan-jumbo-sebagai-evergreen-ip-animasi-indonesia
Artikel ini merupakan bagian dari tugas individu di mata kuliah Manajemen Pemasaran.
Nama: Misbakhul Mustofin
NIM: 24071000038
Kelas: B


